Keluarga Infokom

Keluarga Infokom
Tampilkan postingan dengan label APBO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label APBO. Tampilkan semua postingan

Studi Kelayakan Bisnis

Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena didalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.

PENGERTIAN
Jadi pengertian studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangannya, dimana itu semua digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan atau ditunda dan bahkan ditadak dijalankan.

RUANG LINGKUP
Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri dari berbagai aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain :

1. Aspek hukum
Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
a. Perijinan :
i) Izin lokasi :
• sertifikat (akte tanah),
• bukti pembayaran PBB yang terakhir,
• rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
ii) Izin usaha :
• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
• NPWP (nomor pokok wajib pajak)
• Surat tanda daftar perusahaan
• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
• Surat tanda rekanan dari pemda setempat
• SIUP setempat
• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan

2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut :
a. Dari sisi budaya
Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat.
b. Dari sudut ekonomi
Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.
c. Dan dari segi sosial
Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.

Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.

3. Aspek pasar dan pemasaran
Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut :
• Potensi pasar
• Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
• Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
• Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.

4. Aspek teknis dan teknologi
Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.

5. Aspek manajemen
Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.

6. Aspek keuangan
Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.

Komponen yang Terdapat pada UML Version 2.0

20.58 by infokers 0 komentar
Class adalah konsep object oriented yang mencapsulasi/membungkus data dan abstraksi prosedural yang diperlukan untuk menggambarkan isi dan tingkah laku berbagai entitas . Kelas juga merupakan deskripsi tergeneralisir (misal templet, pola, cetak biru) yang menggambarkan kumpulan objek yang sama.
Objek adalah digambarkan sebagai benda, orang, tempat, dan sebagainya yang ada didunia nyata yang penting bagi suatu aplikasi objek mempunyai attribut dan method.
Attribute adalah menggambarkan data yang dapat memberikan informasi kelas atau objek dimana attribut tersebut berada.
Method adalah prosedur atau fungsi yang bergabung dalam objek bersama dengan attribut. Method ini digunakan untuk pengaksesan terhadap data yang terdapat dalam objek tersebut.

Object-Object diciptakan dengan menggunakan template yang disebut Class
Object didesain dan diciptakan untuk tujuan task tertentu.
Setiap object yang dibuat dari kelas yang sama pasti memiliki features yang sama.
Class seperti “cetakan” roti. Setiap single roti yang dibikin itulah object. Jadi kita bisa pastikan setiap roti (object) yang dicetak dari cetakan (class) yang sama pasti memiliki karakteristik yang serupa (misal bentuknya sama) meski detail datanya bisa beda (misal rasanya beda, bahannya beda, dll).
Proses membuat object dari sebuah class ini disebut “Instantiation” –> itulah makanya Object disebut juga “instance
Jadi sekali lagi Class hanyalah ‘Cetak Biru’ atau ‘Obyek ABSTRAK’ sedangkan Object-Object yang dibikin dari class adalah ‘Obyek Kongkret’ sesungguhnya!!!

Dalam OOP, dalam membangun sebuah aplikasi, ditempuh dengan cara membuat Object-Object dan membuat kerjasamanya.
Untuk membuat atau memanggil sebuah Object dalam java kita harus menciptakan dulu Class -nya kecuali jika class untuk object-object itu sudah dibuat sebelumnya atau sudah disediakan oleh Java.
Jadi misal, saya pengin membikin tombol-tombol perintah (command buttons) dalam interface saya:
maka saya tidak bisa begitu saya memanggil command buttons itu. Saya harus men-create class nya dulu
yakni

class commandButton
{
}


kemudian di dalam blok tersebut kita definisikan karakteristik utama object-object dalam class commandButton tersebut, misal
setiap commandButton memiliki
- ukuran yang dinyatakan dalam bentuk Integer  —>  int size

- text yang dimunculkan dengan data value String —> String text

- apakah 2Dimensi atau 3 dimensi

Selain karakteristik utama Class tersebut, juga perlu didefinisikan perilaku-perilaku utama (methods) yang dapat dilakukan Class tersebut, misal
- untuk bereaksi butuh Single click atau Double click
- apakah default tombol aktif atau pasif

Jika Class sudah lengkap dicreate dan didefinisikan, barulah kita bisa membikin Object-Objectnya.
Tentu setiap object yang kita bikin dimungkinkan berbeda-beda, tergantung value data yang dimasukkan dalam attributes dan methods yang dimiliki object tersebut
Jadi sekali kita me-create sebuah class, maka selamanya class itu dapat kita panggil dan pake dalam program kita berulang-ulang.
* Untuk object-object commond buttons sudah disediakan oleh class-class standard di Java (“Java Class Library“):  javax.swing.Jbutton


Method
adalah perilaku yang dapat dilakukan oleh Object2 dalam sebuah kelas,
baik perilaku kepada dirinya sendiri maupun kepada objek-objek lainnya.
Method adalah sekumpulan statements dalam sebuah class untuk melakukan suatu task tertentu.
Method ~ ‘fungsi’ dalam bahasa pemrograman lain

Object – object berkomunikasi satu sama salin dengan menggunakan methods
Sebuah class atau sebuah object dapat memanggil method dari sebuah class atau object lain dalam rangka:
+ meminta object tersebut melakukan suatu task
+ meminta object tersebut mengubah sesuatu dalam diri object tersebut
+ melaporkan perubahan tertentu kepada object tersebut

Ada Variable:
1. Class variable : yakni sebuah variable yang dideklarasikan di class tetapi value variable itu langsung ditetapkan sehingga berlaku untuk semua object yang dibuat dengan class tersebut.
Contoh:

Class Mobil
{
int tahunPembuatan = 1998
String warna = “hitam”
}


2. Instance variable: yakni sebuah variable yang dideklarasikan di class tanpa memasukkan value spesifiknya karena value-value yang berbeda itu dapat dideklarasikan saat membuat Object-Object yang berbeda atau saat menjalankan object tersebut.
Contoh:

Class Mobil
{
int tahunPembuatan;
string warna;
}
Class BikinObjekMobil
{
public static void main (String [] args)
{
Mobil mobilku = new Mobil ();
mobilku.tahunPembuatan= 1998;
mobilku.warna= “hitam”;
System.out.println (“Mobilku adalah: “+mobilku.tahunPembuatan);
}
}


Ada Method:
1. Class method : methods yang berlaku untuk semua class
2. Instance method (“method”) : method yang hanya mengubah object itu sendiri

Memanggil Method

namaObject.namaMethod (argument atau kosong);


contoh:

robotTony.checkSuhu ();

System Development Life Cycle

20.53 by infokers 0 komentar
Pada dasarnya Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC) terdiri dari lima fase yaitu, perencanaan, analisis, desain, konstruksi atau implementasi dan perawatan, namun dengan semakin berkembangnya sistem informasi, berkembang pula sdlc. Beberapa ahli memaparkan SDLC dengan istilah yang berbeda, namun secara aktual konten dari setiap fase adalah sama.
Persamaan dari ketiga SDLC diatas :
1. PERENCANAAN
Setiap fase selalu diawali dengan perencanaan. Fungsi dari setiap perencanaan adalah untuk mendukung keberhasilan pencapaian tujuan dan menyediakan ukuran atau panduan untuk mengendalikan proses.
Menurut Jogiyanto:
· Merencanakan proyek-proyek sistem yang terdiri dari perencanaan jangka pendek dan perencanaan jangka panjang.
· Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
· Mendefinisikan proyek-proyek sistem
Personil yang terlibat:
- Staff Perencanaan bertugas melakukan perencanaan sistem berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan majemen puncak
- Komite Pengarah yang bertugas mengkoordinir, menilai fungsi-fungsi sistem yang akan dikembangkan dan mengkaji, menyetujui perencanaan sistem.
- Team Analis yang bertugas mengidentifikasi ruang lingkup dan sasaran proyek, melakukan studi kelayakan, dan membuat usulan proyek.
Menurut Kendall & Kendall
Fase perencanaan dipaparkan menjadi beberapa bagian yaitu identifikasi masalah, peluang dan tujuan.
· Identifikasi masalah dilakukan dengan melihat kenyataan yang terjadi dalam suatu perusahaan.
· Identifikasi kesempatan dilakukan untuk mengetahui proses apa saja yang dapat diubah menjadi lebih baik dengan adanya sistem terkomputerisasi.
· Identifikasi tujuan dilakukan untuk mengetahui tujuan apa yang ingin dicapai perusahaan.
Personil yang terlibat:
- Analist bertugas mengidentifikasi masalah, kesempatan, dan tujuan dari perusahaan.
- User Management, merupakan pihak yang memberikan masukan analist atas masalah, kesempatan dan tujuan dari perusahaan.
- System Management
Menurut Lucas Jr.
Perencanaan dipaparkan dalam beberapa tahap yaitu
a. Inception
Pada fase ini dilakukan pembuatan draft kasar tentang kemungkinan resiko yang terjadi pada sistem, sebagai langkah pertama dari manajemen resiko.
Personil yang terlibat:
- Sistem Depeloper bertugas membuat draft kasar tentang kemungkinan resiko yang terjadi pada sistem
- User management memutuskan sistem tersebut mungkin dikerjakan
b. Feasibility Study
Pada fase ini dilakukan study yang menghasilkan project plan untuk menjawab pertanyaan seperti apakah kita mampu menjalankan sistem, apakah sistem melibatkan komunikasi intensif, apakah organisasi mempunyai jaringan, juga mengkaji estimasi biaya (budget), tidak hanya biaya pembelian tapi juga running cost, apakah user mempunyai pengalaman dalam menggunakan solusi yang diusulkan, dan apakah solusi yang diusulkan dapat digunakan tepat pada waktunya. Hal-hal tersebutlah yang didefinisikan oleh sistem analis dan mendapatkan persetujuan dari user.
Personil yang terlibat:
- Sistem Analis bertugas melakukan studi yang akan menghasilkan project plan dan kelayakan alternative.
- User management dan designer memberikan pertimbangan-pertimbangan ke sistem analis
2. ANALISIS SISTEM
Menurut Jogiyanto
· Mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Disini dilakukan pula identifikasi personil-personil kunci baik yang langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah.
· Memahami kerja dari sistem yang ada dengan cara melakukan penelitian.
· Menganalisis sistem berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, yang meliputi analisis kelemahan sistem dan kebutuhan informasi bagi pemakai/manajemen.
· Membuat laporan hasil analisis
Yang terlibat:
- Analis mengumpulkan informasi tentang perusahaan kliennya, membuat usulan pelaksanaan analisis sistem
- User manajemen memberikan data kepada analis
Menurut Kendall & Kendall
Analisis sistem dibagi menjadi dua tahap:
a. Determining Information Requirements
Pada tahap ini dilakukan snalisis sistem untuk menentukan syarat-syarat informasi. Pengumpulan data mengenai kebutuhan user dilakukan dengan cara wawancara, kuisioner, sampling, dan menganalisis hard data.
Yang terlibat:
- Analist bertugas melakukan pengumpulan data, menganalis, dan observasi terhadap sistem yang telah ada yang akan digunakan sebagai informasi dalam perencanaa sistem.
- User Management memberikan masukan ke Analist
- User Operation Worker memberikan masukan ke Analist
- Sistem Management memberikan masukan ke Analist
b. Analyzing System Needs
Menganalisis kebutuhan sistem dengan menguraikan suatu sistem informasi yang utuh ke dalam komponen-komponennya untuk mengevaluasi peluang, dan hambatan yang terjadi. Ini dilakukan dengan menggunakan dataflow diagram sehingga dapat diketahui input, proses dan ouput dari sistem, serta kamus data untuk mendaftarkan item data dan spesifikasi yang digunakan dalam sistem. Selanjutnya membuat keputusan yang terstruktur untuk memperoleh kondisi dan tindakan alternatif melalui tabel keputusan atau pohon keputusan. Pada tahap ini juga dilakukan pembuatan proposal sistem yang berisikan ringkasan apa yang telah ditemukan tentang pengguna, kelebihan dan kekurangan sistem yang ada, menyediakan keuntungan dan biaya analisis, membuat rekomendasi tentang apa yang harus dilakukan.
Yang terlibat:
- Analist bertugas melakukan pengumpulan data, menganalis, dan observasi terhadap sistem yang telah ada yang akan digunakan sebagai informasi dalam perencanaa sistem.
- User Management memberikan masukan ke Analist
- Sistem Management memberikan masukan ke Analist
Menurut Lucas Jr.
Analisis sistem dibagi menjadi dua tahap:
a. System Analysis
Tahap ini merupakan proses untuk menampung data faktual, memahami proses yang terjadi di dalam sistem, identifikasi masalah, menyarankan pendapat yang bisa dilakukan untuk mengembangkan fungsi sistem. Pada tahap ini juga merupakan pendalaman proses bisnis, kumpulan data operasional, memahami arus informasi, penyempitan jalur pada sistem, mencari solusi dari kelemahan sistem untuk mencapai tujuan dari organisasi. Tujuan utama dari analisa sistem adalah menemukan jawaban dari setiap proses bisnis, apa yang telah dikerjakan, bagaimana dikerjakan, siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan, kenapa dikerjakan, dan bagaimana cara memperbaiki. Dilakukan untuk melahirkan sistem yang efisien dan memuaskan kebutuhan pengguna.
Yang terlibat:
- Analis System bertugas melakukan pemahaman proses, mengumpulkan data factual, identifikasi masalah, serta menyarankan pendapat tentang pengembangan sistem
- User management diminta memdesain output yang diharapkan.
b. Requirement Analysis
Merupakan tahap interaksi intensif antara analis sistem dengan komunitas pemakai sistem (end-user), dimana team pengembangan sistem menunjukkan keahliannya untuk mendapatkan tanggapan dan kepercayaan pemakai, sehingga mendapat partisipasi yang baik. Ini menjadi pekerjaan sulit karena harus mendapatkan kesepakatan (skeptical) pemakai tentang kebutuhan mereka dari sebuah sistem informasi, yang disebabkan adanya kemungkinan pemakai mengalami kegagalan dalam sistem informasi sebelumnya.
Yang terlibat:
- Analis System bertugas melakukan interaksi intensif dengan user dan Quality Assurance Staff untuk mendapatkan informasi yang menjadi kebutuhan pemakai.
- Quality Assurance Staff yang melakukan review secara kontinyu dari setiap proses yang menjadi masukan untuk Analis System.
3. DESAIN
Menurut Jogiyanto
Fase ini terdiri dari:
a. Desain Secara Umum
· Komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan bukan untuk pemrogram.
· Desain model, identifikasi dari input, output, database, dan penggunaan teknologi secara umum
· Pendefinisian kebutuhan-kebutuhan fungsional
· Persiapan untuk rancang bangun implementasi
· Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
· Penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
· Mengkonfigurasi komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras.
Yang terlibat:
- Analis menyiapkan dokumen tentang usulan desain yang akan diberikan kepada pemakai.
- Spesialis pengendali
- Personil penjamin kualitas
- Spesialis komunikasi data
- User management / pemakai sistem mempertimbangkan usulan analis, dan memberi persetujuan kalo usulan tersebut diterima.
b. Desain Secara Terinci
Tujuan pada tahap desin ini adalah untuk memenuhi kebutuhan kepada para pemakai, serta memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli teknik lain yang terlibat.
· Desain output terperinci, yaitu menentukan bagaimana dan seperti apa bentuk dari output sistem
· Desain input secara terperinci
· Desain dialog pada layer terminal termasuk tampilan utama dan menu-menu pada sistem informasi
· Desain database terinci dengan memdefinisikan isi atau struktur dari tiap-tiap file yang telah diidentifikasi di desain secara umum, dan sudah harus dapat digunakan untuk pembuatan output.
· Desain teknologi terinci
· Desain model dan control terinci yang dapat berupa suatu desain program komputer seperti desain program secara moduler.
· Membuat laporan hasil desain sistem terinci
Yang terlibat:
- Analis Sistem Analis menyiapkan dokumen tentang usulan desain yang akan diberikan kepada programmer dan pemakai.
- DBA
- Programmer
c. Seleksti sistem
· Memilih penggunaan teknologi dari penyedia teknologi
· Meminta proposal dari penjual
· Menyaring penjual
· Mengevaluasi penjual yang lolos saringan
· Membuat kontrak
Seleksi sistem merupakan tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak untuk sistem informasi. Fase ini secara umum menyediakan point utama untuk keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam seleksi sistem ini nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi sistem. Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua altenatif akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat dibenarkan, dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan akhir. Bila satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan rekomendasi untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan detailnya.
Yang terlibat:
- Analasi sistem
- Penyedia teknologi
Menurut Kendall & Kendall
Pada tahap ini diberi nama Designing The Recommended System.
Aktivitas yang dilakukan pada fase ini adalah mendesain prosedur bagi pengguna untuk entri data secara akurat dan efektif, mendesain inferface bagi pengguna, mendesain database yang akan digunakan untuk menyimpan data yang diperlukan oleh pengambil keputusan, mendesain output baik onscreen atau tercetak, terakhir desain kontrol dan prosedur backup.
Yang terlibat :
- Sistem Analis memberikan dokumen yang berisikan usulan dan laporan final desain kepada pemakai informasi, mengerjakan pohon keputusan
- Sistem desainer mengerjakan sistem kontrol, berkas dan database
Menurut Lucas Jr
Terdapat 2 tahap yaitu:
a. Design
Tahap ini dikatakan Ideal system unconstrained, perancangan sistem yang ideal bagi pengguna, memenuhi kebutuhan dan bersifat tidak terbatas.
b. Spesifications
Adapun kegiatan yang dilakukan pada fase ini adalah identifikasi atau spesifikasi target lingkungan, mengembangkan rencana contigency sebagai responsi presedur darurat, karena banyak hal dapat mempengaruhi desain sistem, membuat dokumentasi pengembangan sistem oleh sistem analis. Pada tahap ini juga telah ditentukan alur proses sistem, disain basisdata, input dan output, kebutuhan pemrograman dan manual prosedurnya.
Pada kedua tahap in yang terlibat :
- Analis menyiapkan gambaran kerja pengembangan sistem baru yang ideal yang tidak dibatasi biaya dan teknologi.
- User Management memberikan masukan ke Analist
4. KONTSTRUKSI ATAU IMPLEMENTASI
Menurut Jogiyanto
Implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan, adapun tahapannya sebagai berikut :
· Penerapan rencana implementasi
Rencana implementasi merupakan kegiatan awal dari tahap implementasi sistem, rencana implementasi dimaksdukn untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama tahap implementasi. Dalam rencana implementasi ini semua biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan implementasi perlu dianggarkan dalam bentuk anggaran biaya.
· Pelaksanaan kegiatan implementasi
Terdiri dari:
- Pemilihan dan pelatihan personil
Personil merupakan faktor yang diperlukan dalam sistem informasi, jika ingin sistem informasi sukses. Personil-personil yang terlibat harus diberi pengetahuan yang cukup tentang sistem, posisi dan tugas mereka.
- Instalasi perangkat keras dan perangkat lunak.
- Pemrograman dan pengetesan program.
Pemrograman merupakan aktivitas menulis kode program yang akan dieksekusi oleh komputer, kode program yang ditulis harus berdasarkan dokumentasi yang disediakan oleh analis sistem. Setelah program selesai kemudian dilakukan pengetesan untuk menghindari kesalahan penulisan, kesalahan sewaktu proses dan kesalahan logika.
- Pengetesan sistem
Dilakukan setelah pengetesan program, dengan tujuan untuk memastikan bahwa semua elemen atau komponen sistem telah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
Yang terlibat :
- Programmer membuat program berdasarkan dokumentasi yang dibuat oleh sistem analis
- Sistem analis menyediakan semua dokumentasi untuk persiapan implementasi sistem, pendidikan dan pelatihan karyawan.
Menurut Kendall & Kendall
Fase ini terdiri dari:
a. Developing and Documenting Software
Tahap ini dikatakan sebagai fase mengembangkan dan mendokumentasikan perangkat lunak dimana aktivitas yang dilakukan adalah mengembangkan perangkat lunak melalui kerjasama sistem analis dengan programer, mengembangkan dokumentasi melalui kerjasama antara sistem analis dengan pengguna. Programer membuat dokumentasi dari perangkat lunak baik prosedur manual, pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh user (Frequently Asked Questions) karena pengguna terlibat dari awal pengembangan sistem, “Read Me” file.
Yang terlibat :
- Analis mendesain program komputer menggunakan struktur charts dan pseudo code
- Programmer mengerjakan program berdasarkan desain dari analis.
b. Testing and Maintaining The Sistem
Sebelum suatu sistem informasi dapat digunakan maka perlu dilakukan pengujian yang dilakukan oleh programer dan sistem analis saja, kalau terjadi masalah maka segera dapat dilakukan perbaikan sistem, pengetesan dilakukan dengan memakai sampel data aktual. Disinilah fase perawatan terhadap sistem dimulai.
Yang terlibat :
- Analis melakukan pengujian dari program yang dibuat, apakah sudah sesuai dengan dokumentasi yang sudah dibuat.
- Programer melakukan perbaikan jika ada kesalahan atau ada yang tidak sesuai dengan dokumentasi yang dibuat analis.
- User management ikut melakukan pengujian program
c. Implemeting and Evaluating The Sistem
Pada fase ini dilakukan instalasi sistem, konversi sistem, dan evaluasi sistem. Pada tahap ini juga sudah masuk ke fase perawatan sistem dengan melakukan review dan evaluasi sistem.
Yang terlibat :
- Analis memberikan melakukan konversi sistem
- Programmer melakukan instalasi, menambah fitur dan memperbaiki program.
Menurut Lucas Jr
Fase implementasi terdiri dari :
a. Programming
Pada fase ini dilakukan penulisan program aktual operasi logika, pada beberapa perusahaan tertentu, pekerjaan ini dilakukan oleh kelompok programer terpisah, ada juga yang menggunakan analis programmer.
Yang terlibat :
- Programmer membuat program sesuai dengan desain yang dibuat oleh analis
- Analis mendukung dan mengatur kerja programmer agar sesuai dengan desain yang sudah dibuat sebelumnya.
b. Testing
Melakukan pengujian pada sistem, apakah telah sesuai dengan disain dan keinginan pemakai.
Yang terlibat pada fase ini:
- Desainer dan pemakai bekerja bersama melakukan test atau percobaan terhadap sistem yang dibuat, apakah output sudah sesuai dengan yang diharapkan.
c. Training
Melakukan pelatihan kepada pemakai sistem.
Yang terlibat pada fase ini :
- Analis melakukan pelatihan kepada karyawan tentang sistem baru yang dibuat
- User atau pemakai berpartisipasi penuh dalam pelatihan sambil mereview apakah ada kekurang atau ketidaksesuaian pada output yang dihasilkan.
d. Convertion
Melakukan konversi / migrasi data dari sistem lama ke sistem yang baru.
Yang terlibat pada fase ini:
- Analis melakukan konversi sistem dari sistem lama ke sistem yang baru menggunakan metode pendekatan yang ada.
- User memberikan estimasi dan memprakirakan dampak dari sistem baru terhadap organisasi atau individu.
5. PERAWATAN (MAINTENANCE)
Menurut Jogiyanto
Pentingnya dilakukan perawatan sistem karena selalu ada kemungkinan bahwa sistem menyisakan kesalahan-kesalahan yang tidak terdeteksi pada saat pengujian sistem.
Yang terlibat :
- Analis mendiskusikan jika ada kesalahan atau perlunya dilakukan perubahan terhadap sistem karena sesuatu hal
- Programmer melakukan debugging jika terdapat kesalahan, melakukan perubahan koding program.
- DBA melakukan entri data valid, melakukan perawatan database sistem.
Menurut Kendall & Kendall
Menurut Kendall, fase perawatan telah dimulai dari :
a. Testing and Maintaining The Sistem
Dilakukan pengetasan sistem apakah sistem ada yang mengalami kegagalan (bug) dan sekaligus dilakukan perawatan terhadap sistem.
Yang terlibat :
- Analis melakukan pengujian dari program yang dibuat, apakah sudah sesuai dengan dokumentasi yang sudah dibuat.
- Programer melakukan perbaikan jika ada kesalahan atau ada yang tidak sesuai dengan dokumentasi yang dibuat analis.
- User management ikut melakukan pengujian program
b. Implemeting and Evaluating The Sistem
Pada fase ini dilakukan pelatihan terhadap karyawan untuk menggunakan sistem , konversi sistem, dan evaluasi sistem
Yang terlibat :
- Analis memberikan pelatihan kepada karyawan dan melakukan konversi sistem
- Programmer melakukan instalasi, menambah fitur dan memperbaiki program.
Menurut Lucas Jr.
Tahap ini diberi nama Operation.
Pada tahap ini sudah tidak ada lagi perubahan disain sistem, kecuali ada perubahan penting pada sistem, namun perusahan selalu meminta perubahan secara kontinu terhadap konten pelaporan, dan sistem operasi.
Yang terlibat :
- User management menyampaikan kepada analis jika ada perubahan yang perlu dilakukan pada sistem
- Analis tetap melakukan pengawasan terhadap sistem agar sesuai dengan desain yang direncanakan.

Pembagian Kelompok Tim Imagine Cup APBO dan DKP

Untuk memenuhi tugas UAS APBO dan juga tugas DKP 2010 maka akan dibagi kelompok dengan team leader peserta APBO dan anggota dari peserta DKP. Diharapkan minggu pertama setelah UAS kelas DKP dapat mempresentasikan idenya tiap orang sesuai dengan tema yang diperoleh. Diharapkan untuk setiap team leader bisa mengcover dua sampai tiga judul yang paling inovatif dan menarik untuk maju dalam Imagine Cup 2011. Diharapkan untuk setiap peserta register ke website www.imaginecup.com. Berikut kelompoknya :

Eradicate extreme poverty and hunger

Team Leader MDG 1 Reguler 1
Causa Prima
M. Yanuar Ary
Farid Arifiyanto
Team Leader MDG 1 Reguler 2
Purbo Adi Wicaksono
Anggota Reguler 1A
Rizky Patra Jaya
Heriawan Kukuh Setyadi
Lathifah Alfat
Adhitya Sukma Wijaya
Muhammad Zulkaromi
Anggota Reguler 1B
Hendra William
Gustin Anggraeni
Hana Adha Rodhiah
Cahyono Hadi
Anggota Reguler 2A
Rega Sakti Ruziyanto
Oddy Permana Putra Sinaga
Rachmawati T
Muhammad Iklil
Faisal Aji
Anggota Reguler 2B
Eko Setiawan
Jezzy Dwi Puspo
Denny Dwi Nugraha
Setiyo Nugroho
Muhammad Manshur
Reza Nugroho Putra Dharma

Achieve universal primary education

Team Leader MDG 2 Reguler 1
Dwi Ardhanto
M. Andrey Gunawan
R MH Rheza Kharis
Team Leader MDG 2 Reguler 2
Adityan Iguh Sasmito
Anggota Reguler 1A
Joko Susilo
Wahyu Prasetya
Dita Marta Dewi Onasiska
Mukhlis Budi Santoso
Alief Makmuri H
Anggota Reguler 1B
Achmad Hermansyah
Rismanto Arif Nugroho
Lutfi Nur Rachmad
Anjar Cahya Imran
Anggota Reguler 2A
Ridho Arismunandar
Selamat M M Sinaga
Taufik Chemistryadha Wijaya
Aldi Bramantyo Putro
Prayoga Setiajie
Anggota Reguler 2B
Suryo Sardi Atmojo
Andrian Ramadhan
Dennis Hasnan Zulfialda
Ryan Pradhitya
Boy M.F. Tambunan
Ibnu Salam

Promote gender equality and empower women

Team Leader MDG 3 Reguler 1
Agung Setiawan
Nugroho Arif
Team Leader MDG 3 Reguler 2
Donni Widagdo
Jati Wasesa Daruasmara
Anggota Reguler 1A
Meigy Restanaswari Kartika
Moch. Akbar Ramadhan Af
Tatas Ardhy Prihanto
Andri Wibowo
M. Fajri Fitrianto
Anggota Reguler 1B
Prama Gangga Sadewa
Setiawan Romadhan
Aditya Pratama
Arie Sukma Setya P
Anggota Reguler 2A
Praptiandari Raras Puspitasari
Douclas Mb Sianturi
Berlianta Syiamora Dekrita
Nugraha Luis Heriawan
Oktarico Susilatama Pradana
Anggota Reguler 2B
Dini Yasa Istiqomah
Hendri Wijayanto
Ardian Trilaksono
Antonio Christian Simanjuntak
Yustian Bayu Prihandika
Aloysius Febrianto

Reduce child mortality

Team Leader MDG 4 Reguler 1
Andy Purnama
Ragil Aji
Team Leader MDG 4 Reguler 2
Faiq Wildana
Taufiq Akbar
Anggota Reguler 1A
Fabianus Marintis Dwi Jayatno
Muhammad Abbie Hamzah
Ragil Febrio Giant
Grace Karlina Permatasari Br L
Dony Cahyo Anggoro
Anggota Reguler 1B
Imam Tri Baskoro
Yuandhica Adi Pradana
Yoga Krismawardana
Masyhur Rosyada
Anggota Reguler 2A
Mohamad Adiwijaya
Kurniawan Galih Putra Pratama
Mufti Abdul Majid
Ayu Adinda Putri
Zuhrotul Maulida
Anggota Reguler 2B
Rosdiana Fajar Mardhika
Akbar Yoga Prastya
Yan Ardiansyah
Ahmad Fauzi Sirajuddin
Dimabherti Ardian Nugroho
Dwi Anasthasia Pasaribu

Improve maternal health

Team Leader MDG 5 Reguler 1
Antonius Hendry
Reza Taftazani
Team Leader MDG 5 Reguler 2
Galoh Randhica
Adi Mora Tunggal
Anggota Reguler 1A
Aggie Brenda Vernandez
Septihadi Klinsman Siboro
Kartika Eka Yanindra
Ebtian Apriantoro
Moh. Yanuar Siddiq
Anggota Reguler 1B
Rizqi Prayogo Pangestu
Hauril Maulida Nisfari
Bagas Adi Luhung
Andang Purnomo Putro
Anggota Reguler 2A
Lutvia Dion Annafis
Taruna Miftah Isnain
Septiaji Tri Wibisono
Hadyan Setiawan
Yosia Gita Mustiko Aji
Anggota Reguler 2B
Agustinus Danu Nalendra
Larasaty Ekin Dewanta
Nia Fitriani
Supriyo
Cintamy Fitriyani Widyasari

Combat HIV/AIDS, malaria and other diseases

Team Leader MDG 6 Reguler 1
Durio Edgar
Rody Verdika
Team Leader MDG 6 Reguler 2
Nur Arifin Akbar
Faruq Muhammad Reza
Anggota Reguler 1A
Wildand Angesti
Johanes Nugroho Adhi Prakosa
Rizky Nuladhani
Benny Raharjo
Azhar Dian Fahmy
Anggota Reguler 1B
Aswin Iffatyanto Utomo
Yoga Adi Candra
Wisnu Ady Nugraha
Sidiq Hidayatulah
Anggota Reguler 2A
Propatinia Sylvia Fuisyafiiati
Andhika Gabelly Fadila Pradana
Cahyo Adhi Nugroho
Aris Hidayat
Triadi Jodikusumo Wibowo
Anggota Reguler 2B
M.Azamul Faiz Dinul Haq
Alia Rizkinawati
Devina Mirza Nunditya
Rino Adi Putra
Ferro Bayu Saputro

Ensure environmental sustainability

Team Leader MDG 7 Reguler 1
Fakkar Robbi
Yosua Alvin
Team Leader MDG 7 Reguler 2
Siswo Nugroho
Anggota Reguler 1A
Hudanu Hapsara
Muhamad Hami Pradipta
Antaresa Mayuda
Pinkan Dyah Bathari
Anggun Purnomo
Anggota Reguler 1B
Febrian Nugroho Winarto
Milzam Andali Lababan
Ridlwan Zein Wahyuardi N
Adrian Khoirul Haq
Anggota Reguler 2A
Zulfakar Athur B
Raras Arlini Wibawanti
Adhitya Ramadhany
Sonya Fitri Situmorang
Adhitya Indrajaya Putra
Alif Fiyanto
Anggota Reguler 2B
Veryningrat Wijaya
Ilham Akbar Sukmawan
Fajar Adhi Nugraha
Ibnu Fauzan Al Aula
Andrew Medea Thyra Pranidana

Develop a global partnership for development

Team Leader MDG 8 Reguler 1
Gustri Wahyudi
Yuli Syarif
Team Leader MDG 8 Reguler 2
Novi Kristanti
Anggota Reguler 1A
Bondan Fiqi Riyalda
Helmi Muhammad Shadiq
Adam Kusuma Wardana
Adela Ika Anindita
Rudi Prasetio
Anggota Reguler 1B
Juli Setiawan
Afrizal Mohamad Riandy
Fadli Satria Imran
Taufik Ardian Ramadhana
Anggota Reguler 2A
Charlie Alexander
Demas Dwiyan Wahyanto
Aditya Mahendra
Satrio Wibowo
Reza Heryanto
Anggota Reguler 2B
Rio Leonardo Karo Karo
Biyan Suhardianto
Rama Dika.F.P
Danar Reza Maulana

Bahan UTS APBO

Untuk bahan UTS APBO chapter 1,2,3 bisa didownload di sini

Struktur Tugas Analis Perancangan Berbasis Objek

Temen2 akan dibagi dalam kelompok2 dan masing2 kelompok berisi 2 orang sama seperti sebelumnya.
UNTUK L2F008100 BELUM DAPAT BAB DAN NANTI BISA MENYUSUL KARENA BELUM ADA DI SIA
HARAP MENGURUS DI TU DAN MENGEPRINT ULANG DAFTAR HADIR
UNTUK FILE UML TEMPLATES BISA TEMEN2 DOWNLOAD DI SINI
UNTUK FILE QUIZ BISA TEMEN2 DOWNLOAD DI SINI
DARI SLIDE TADI YANG BERBAHASA INGGRIS MAKA TEMEN2 BISA TRANSLATE DAN AMBIL INTISARINYA DIBAHAS TIAP2 POINT
JADI PERTAMA2 BUAT TUJUAN MEMPELAJARI MATERI YANG ADA DI ATAS KEMUDIAN URAIKAN SESUAI DENGAN SUB TEMA MASING2 BAB
BILA KURANG JELAS SILAHKAN COMMENT
BUAT DI BLOG MASING2, KIRIM LINK POSTINGNYA DAN JUGA .DOC NYA KE ALAMAT EMAIL PAK EKO DI eko[dot]handoyo[at]undip[dot]ac[dot]id
PERBEDAAN TUGAS UAS UNTUK APBO ADALAH YANG PROPOSAL IMAGINE CUPNYA LULUS KE TAHAP NASIONAL BISA MENDAPAT A
Kuliah (perdana) R1 telah dilaksanakan pada hari Rabu, 8 September 2010 dengan peserta 3 orang! Kuliah selanjutnya Insya Allah akan diselenggarakan pada Kamis, 23 September 2010 di ruang B206.
Sedangkan untuk R2 direncanakan pada hari Rabu, 22 September 2010 pada jam 16.30 di Labkom.
Reguler 1
No NIM Nama Kel
1 L2F006007 Andhika Reka P 11
2 L2F006024 Causa Prima Wijaya 10
3 L2F006032 Dwi Ardhanto D 10
4 L2F008002 Agung Setiawan 9
5 L2F008010 Antonius Hendry Setyawan 8
6 L2F008028 Durio Etgar 7
7 L2F008034       Fakkar Robbirradhian 7
8 L2F008042 Gustri Wahyudi 6
9 L2F008047 Iguh Dhira Nandiwardhana 6
10 L2F008049 Ilham Wika Perdana 5
11 L2F008058 M Yanuar Ary Saputro 5
12 L2F008063 Muhammad Andrey Gunawan 4
13 L2F008071 Nugroho Arif Widodo 9
14 L2F008078 Ragil Aji Prastomo 4
15 L2F008081 Reza Taftazani 3
16 L2F008086 Rody Verdika C 3
17 L2F008094 Wahyu Rachmadi 2
18 L2F008098 Yosua Alvin Adi Soetrisno 2
19 L2F008009 Andy Purnama Nurhatta 8
20 L2F009016 Farid Arifiyanto 11
21 L2F009060 R Mh Rheza Kharis 12
Reguler 2
No
NIM
Nama
Kel
1
L2F606025
Faruq Muhammad Reza
14
2
L2F008114
Donni Widagdo
13
3
L2F008118
Faiq Wildana
12
4
L2F008126
Galoh Randicha
11
5
L2F008144
Nur Arifin Akbar
10
6
L2F008150
Siswo Nugroho
9
7
L2F709001
Nurul Ifan Purba
8
8
21060110151066
Novi Kristanti Handayani
7
9
21060110151079
Purbo Adi Wicaksono
6
10
21060110151082
Adityan Iguh Sasmito
5
11
21060110151086
Jati Wasesa Daruasmara
4
12
21060110151096
Taufiq Akbar
3
13
21060110151103
Adi Mora Tunggul
2
Referensi: Dennis, Wixom, Tegarden: Systems Analysis and Design with UML Version 2.0: An Object-Oriented Approach, 2nd Edition
Materi perkuliahan

Chapter 1: Introduction to Systems Analysis and Design
Chapter 2: Introduction to Object-Oriented Systems Analysis & Design with Unified Modeling Language, Version 2.0
Chapter 3: Project Initiation
Chapter 4: Project Management
Chapter 5: Requirements Determination
Chapter 6: Functional Modeling
Chapter 7: Structural Modeling
Chapter 8: Behavioral Modeling
Chapter 9: Moving on to Design
Chapter 10: Class and Method Design
Chapter 11: Data Management Layering
Chapter 12: Human Computer Interaction Design
Chapter 13: Physical Architecture Layer Design
Chapter 14: Construction
Chapter 15: Installation and Operations
UNTUK MEMPERMUDAH DALAM MENGEDIT PDF MAKA SUDAH DISEDIAKAN INFIX PDF BUAT TEMEN2 SEKALIAN
Download now
Please download @ this link to make a Infix PDF Editor become full version
DOWNLOADLAH KEDUA FILE DI ATAS
DI DALAM APBO INI JUGA DIPERLUKAN SEBUAH SOFTWARE UNTUK ANALYSIS YANG AKAN DISERTAKAN DI BAWAH INI