Keluarga Infokom
//ini code buat class Main.java
package pegawai;
public class Main {
public static void main(String[] args) {
// TODO code application logic here
}
}
//ini code buat class Employee.java
package pegawai;
import java.util.*;
public class Employee
{
private String nama;
private double gaji;
private Date wktKrj;
public Employee (String nama, double gaji, int tahun, int bulan, int hari)
{
this.nama=nama;
this.gaji=gaji;
GregorianCalendar kalender = new GregorianCalendar (tahun, bulan-1, hari);
this.wktKrj = kalender.getTime();
}
public Date getWktKrj()
{
return wktKrj;
}
public String getNama()
{
return nama;
}
public double getGaji()
{
return gaji;
}
public void naikGaji (double dgnPersen)
{
double naik = gaji * dgnPersen / 100;
gaji += naik;
}
}
//ini code buat class Manager.java merupakan inheritance dari Employee.java
package pegawai;
public class Manager extends Employee
{
protected double bonus;
public Manager (String nama, double gaji, int tahun, int bulan, int hari)
{
super(nama, gaji, tahun, bulan, hari);
bonus = 0;
}
public void setBonus (double bonus)
{
this.bonus = bonus;
}
public double getGaji ()
{
double gajiPokok = super.getGaji();
return gajiPokok + bonus;
}
}
//ini code buat class EksekutifManager.java yang merupakan inheritance dari Manager.java
package pegawai;
public class EksekutifManager extends Manager
{
private double untungProyek;
public EksekutifManager (String nama, double gaji, int tahun, int bulan, int hari)
{
super(nama, gaji, tahun, bulan, hari);
untungProyek = 0;
}
public void setBonus (double bonus)
{
this.bonus = bonus;
}
public void setUntungProyek(double untungProyek)
{
this.untungProyek = untungProyek;
}
public double getGaji()
{
double gajiPokok = super.getGaji();
return gajiPokok + bonus + untungProyek;
}
}
//ini merupakan class untuk membentuk objek dan menampilkan hasil perhitungan
package pegawai;
public class ManagerTest
{
public static void main (String[] args)
{
EksekutifManager eks = new EksekutifManager("Yosua Alvin", 150000, 1990, 10, 13);
eks.setUntungProyek(10000);
eks.setBonus(5000);
Manager bos = new Manager("Ragil Aji", 100000, 1990, 10, 13);
bos.setBonus(5000);
Employee staff = new Employee("Yuli Syarif", 50000, 1990, 10, 13);
System.out.println("nama dari eksekutif adalah = " + eks.getNama() + ", gajinya = " + eks.getGaji());
System.out.println("nama dari bos adalah = " + bos.getNama() + ", gajinya = " + bos.getGaji());
System.out.println("nama dari staff adalah = " + staff.getNama() + ", gajinya = " + staff.getGaji());
}
}
ini merupakan running programnya
nama dari eksekutif adalah = Yosua Alvin, gajinya = 170000.0
nama dari bos adalah = Ragil Aji, gajinya = 105000.0
nama dari staff adalah = Yuli Syarif, gajinya = 50000.0
2. Apakah perbedaan operasi bit dan byte, pada saat apa masing-masing operasi ini digunakan?
3. Apakah kepanjangan dan maksud dari kode program di bawah ini!
EQU, ORG, MOV, ACALL, LCALL, SETB, CLR, SJMP, AJMP, DJNZ, RET, XCH, PUSH,
POP, ANL, ORL, XLR, CPL, RL, RLC, RR, RRC, SWAP, ADD, ADDC, SUBB, INC,
DEC, MUL, DIV, DA, JZ, JNZ, DJNZ, JB, JNB, CJNE, NOP
4. Jelaskan aturan penggunaan dan aturan pengisian nilai pada perintah MOV!
5. Jelaskan tentang Accumulator (A/ACC) pada mikrokontroller MCS51!
Ketentuan:
a. dikerjakan dengan rapi, dikumpulkan Selasa sebelum praktikum perdana (lihat jadwal), di depan pintu lab dan ditata yang rapi (di clip, jepit, dll.)
b. semua tugas pendahuluan disusun berdasar kebutuhan praktikan pada saat praktikum, jadi harap dikerjakan dengan ikhlas dan diniati untuk belajar...
by Randi
Jawaban:
1. push button : membentuk tombol yang jika di klik akan tertekan dan segera kembali ke posisi semula toggle button : membentuk tombol yang jika di klik akan tertekan terus dan baru kembali ke kondisi semula jika di klik lagi
2. operasi byte merupakan operasi yang melibatkan 8bit data sekaligus eshingga disebut operasi byte, misalnya mengisi accumulator dengan data 8bit sekaligus isi accumulator yang 8bit dijumlahkan dengan isi memori yang 8bit juga. Sedangkan operasi bit adalah operasi yang mengolah data per bit untuk keperluan ini, bit carry dalam PSW diperlukan sebagai "accumulator bit". Operasi bit yang bisa ditangani oleh MCS51 antara lain: pemberian nilai pada data biner 1bit, perpindahan data 1bit, operasi logika 1bit
3. kepanjangan dan maksud dari opcode berikut:
EQU: (equivalent) mendefisisikan suatu yang constan(Tetap),data yang telah didefinisikan dengan perintah EQU tidak dapat dirubah
ORG: (origin) menunjukkan lokasi memori tempat instruksi atau perintah yang ada di bawahnya disimpan
MOV: (move from memory) mengcopy nilai atau angka menuju suatu register,variabel atau memory
ACALL: (absolute call) memanggil sub rutin program
LCALL: (long call) menjalankan blok rutin di tempat lain sampai selesai, dan kemudian kembali menjalankan instruksi-instruksi dibawah instruksi LCALL tadi, yang sempat ditinggalkannya
SETB: (set bit) memberikan logika "1" ( tegangan positif ) pada bit operand
CLR: (clear) memberikan logika 0 pada bit operand
SJMP: (Short Jump) lompat tanpa syarat jarak pendek. Disebut juga sebagai Jump relatif 8-bit
AJMP: (Absolute JUMP) lompat tidak bersyarat jarak menengah. Disebut juga sebagai Jump 11-bit
DJNZ: (Decrement and Jump if not Zero) mengurangi 1 nilai register serbaguna (R0..R7) atau memori-data, dan Jump jika ternyata setelah pengurangan 1 tersebut hasilnya tidak nol.
RET: (Return) digunakan untuk mengembalikan Kontrol program pada si-pemanggil procedure
XCH: (Exchange Bytes) memberikan data transfer dua arah yang sangat baik untuk mempercepat operasi
PUSH: menambah item pada stack pada tumpukan paling atas
POP: mengambil item pada stack pada tumpukan paling atas
ANL: (AND Logic) Operasi logika AND banyak dipakai untuk me-‘0’-kan beberapa bit tertentu dari sebuah bilangan biner 8 bit, caranya dengan membentuk sebuah bilangan biner 8 bit sebagai data konstan yang di-ANL-kan bilangan asal
ORL: (OR Logic) Operasi logika OR banyak dipakai untuk me-‘1’-kan beberapa bit tertentu dari sebuah bilangan biner 8 bit, caranya dengan membentuk sebuah bilangan biner 8 bit sebagai data konstan yang di-ORL-kan bilangan asal
XLR: (XOR Logic) Operasi logika Exclusive-OR banyak dipakai untuk membalik nilai (complement) beberapa bit tertentu dari sebuah bilangan biner 8 bit, caranya dengan membentuk sebuah bilangan biner 8 bit sebagai data konstan yang di-XRL-kan bilangan asal
CPL: (complement) Instruksi CPL dipakai untuk membalik
RL: (rotate left) melakukan operasi pergeseran ke kiri sebanyak 1 bit
RLC: (rotate left through carry) menggeser isi register A ke kiri
RR: (Rotate Right) melakukan operasi pergeseran ke kanan sebanyak 1 bit
RRC: (Rotate Right through Carry) menggeser isi register A ke kanan
SWAP: (Swap Nibbles) melakukan operasi pertukaran data low nible dan high nible
ADD: melakukan operasi penjumlahan akumulator dengan suatu operand dan hasilnya disimpan dalam akumulator
ADDC: (Add with Carry) sama dengan add tetapi addc akn mengikuti carry bit dalam setiap operasi penjumlahan
SUBB: Melakukan operasi pengurangan.Isi Akumulator A dikurangi dengan bilangan 1 byte dengan nilai bit Carry, hasil pengurangan akan ditampung kembali dalam Akumulator
INC: (Increment) digunakan khusus untuk pertambahan dengan 1
DEC: (Decrement) digunakan khusus untuk pengurangan dengan 1
MUL: (multiply) Melakukan operasi perkalian,misal MUL AB : bilangan biner 8 bit dalam Akumulator A dikalikan dengan bilangan biner 8 bit dalam register B. Hasil perkalian berupa bilangan biner 16 bit
DIV: (divide) Melakukan operasi pembagian, misal DIV AB : bilangan biner 8 bit dalam Akumulator A dibagi dengan bilangan biner 8 bit dalam register B
DA: (Decimal Adjust) dipakai setelah perintah ADD; ADDC atau SUBB, dipakai untuk merubah nilai biner 8 bit yang tersimpan dalam Akumulator menjadi 2 buah bilangan desimal yang masing-masing terdiri dari nilai biner 4 bit
JZ: (Jump if Zero) Instruksi ini akan memeriksa isi A. Jika dia 00, maka program akan melompat ke alamat yang ditunjuk
JNZ: (Jump if not Zero) Instruksi ini tidak akan memeriksa isi A. Jika dia 00, maka program akan melompat ke alamat yang ditunjuk Instruksi JC (Jump on Carry) dan instruksi JNC (Jump on no Carry) adalah instruksi jump bersyarat yang memantau nilai bit Carry di dalam Program Status Word (PSW)
DJNZ: (Decrement and Jump if not Zero) mengurangi 1 nilai register serbaguna (R0..R7) atau memori-data, dan Jump jika ternyata setelah pengurangan 1 tersebut hasilnya tidak nol
JB: (Jump on Bit Set) membaca data per satu bit, jika data tersebut adalah 1 maka akan menuju ke alamat kode dan jika 0 tidak akan menuju ke alamat kode
JNB: (Jump on not Bit Set) membaca data per satu bit, jika data tersebut adalah 0 maka akan menuju ke alamat kode dan jika 1 tidak akan menuju ke alamat kode
CJNE: (Compare and Jump if Not Equal) membandingkan dua nilai yang disebut dan MCS akan Jump kalau kedua nilai tersebut tidak sama
NOP: (No Operation) tidak melakukan Operasi apa - apa
4. Format MOV Operand1, Operand2
Fungsi Menyalin isi dari Operand2 kedalam Operand1
Kalimat Matematika Operand1 = Operand2
Contoh MOV EAX, 0Ah ; EAX = 0000000Ah
5. Accumulator adalah suatu register (memori) yang dapat melakukan semua operasi perhitungan dan semua instruksi yang dimiliki oleh prosesor dari mikrokontroler. Contohnya adalah operasi perkalian, penjumlahan, pengurangan, dan instruksi pengaksesan register lainnya, atau pengaksesan RAM
agar tidak sama harap konfirmasi judulnya
Format Penulisan Makalah
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Kegunaan Penelitian
1.5 Metode Kajian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR RUJUKAN
Posted in
ti
Dikumpulkan SELASA, 26 APRIL 2011, HARDCOPY disertakan referensinya (jurnal/penelitian yang dijadikan acuan).
Posted in
tugas
http://www.mediafire.com/?o5vv2j1105ejjov
no selanjutnya di buku...
Posted in
praktikum
2. Penulisan Bahasa Assembler menggunakan compiler ASM 51,
menggunakan case sensitive atau tidak, jelaskan dengan contoh !
3. Bagaimana aturan aturan dan tata cara penulisan data assembler ?
4. Jika menggunakan compiler ASM51, jelaskan SYMBOL, LABELS,
ASSEMBLER CONTROL, ASSEMBLER DIRECTIVE yang tertulis dala file
ASM_MAN.doc
5. Jelaskan perbedaan CALL, ACALL, LCALL, JMP, SJMP, AJMP, LJMP ?
untuk effisiensi sebaiknya menggunakan yang mana ?
6. Sebut dan jelaskan berbagai macam mnemonic (instruksi set) yang
digunakan pada bahasaassembler MCS51?
7. Buat tabel nama dan nilai maksimum data tipe untuk Assembler
MCS51!
Posted in
mikroprosesor,
praktikum
Ganjil
MCU EduBoard v2.0 (made by order)
Modul MCU Eduboard merupakan salah satu solusi untuk menguasai pemrograman dan perancangan sistem berbasis mikrokontroller AVR dan MCS51.
MCU Eduboard terdiri dari rangkaian input, ouput, interface parallel dan UART, interface Keyboard, display seven segmen dan LCD, akses eksternal Serial EEPROM, RTC, DAC dan ADC, output suara Buzzer dan speaker, output Relay, motor DC dan motor stepper, sehingga modul ini cukup lengkap untuk merancang berbagai macam system berbasis rangkaian digital menggunakan mikrokontroller.
MCU Eduboard dapat digunakan para Hobbies, Trainer, sekolahan, kampus, maupun keperluan penelitian yang membantu dalam proses belajar mengajar serta penelitian sehingga diperoleh hasil yang lebih maksimal.
Menggunakan perangkat sederhana, fungsionalis, bermutu, dan berkualitas dapat membantu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan anda, Explore Your Brain.
Spesification
- Dimensi P x L x T :
- Power Supply Input : +5 Vdc, +12 Vdc, dan -12 Vdc
Processor
- AVR ATmega8535 (Bisa diganti dengan tipe AVR : ATmega8, ATmega16, ATmega32, dll)
- Frekuensi Kristal AVR : 11,0592 MHz
- AT89S51 (Bisa diganti dengan tipe MCS51 : AT89S52, AT89S53, AT89S8252, dll)
- Frekuensi Kristal MCS51 : 11,0592 MHz
Input
- Keypad matriks 4 x 4
- Potensiometer (Range 0 Vdc – 5 Vdc) : 4 channel
- Push Button NO (Normally Open) : 8 bit
- Toggle Switch (High-Low Logic) : 8 bit
Output
- LED CA (Common Anode) : 8 bit
- LED CC (Common Catode) : 8 bit
- Relay 12 Vdc : 8 bit
- Buzzer 5 Vdc
- Speaker + driver speaker
Display
- Seven Segmen CA (Common Anode) : 8 digit
- LCD Karakter 16 x 2
Interface
- USB interface (versi 2.01)
- Parallel : Port Data, Port Status, dan Port Control (LPT Port)
- TTL - RS232 Converter (COM Port)
- TTL – RS485 Converter (Half Duplex)
- PS2 Keyboard Interface
Driver Motor
- Driver Motor DC dgn PWM / On-Off controller.
- Driver Motor Stepper Unipolar
- Driver Motor Stepper Bipolar
IC Digital
- ADC 0804
- DAC 0808
- RTC DS1302 + Baterai Backup
- Serial EEPROM AT93C66
Mikrokontroler AT89S51
FITUR:
1. Kompatibel dengan produk MCS-51
2. 4K byte In System Programmable Flas Memory
Dapat dilakukan pemrograman 1000 tulis dan hapus
3. Range catu daya 4,0V s/d 5,0V
4. Operasi statis: 0 Hz s/d 33 MHz
5. Tiga Tingkat Program memory lock
6. 128 x 8 bit RAM internal
7. 32 Programmable Jalur I/O
8. Dua 16 bit Timer/ Counter
9. Enam Sumber Interupsi
10. Full Duplex Serial Channel
11. Low Power Idle dan Mode Power Down
12. Watcht Dog Timer
13. Dula Data Pointer
14. Power Off Flag
15. Fast Programming Time
16. Fleksibel ISP programming
FITUR:
1. Kompatibel dengan produk MCS-51
2. 4K byte In System Programmable Flas Memory
Dapat dilakukan pemrograman 1000 tulis dan hapus
3. Range catu daya 4,0V s/d 5,0V
4. Operasi statis: 0 Hz s/d 33 MHz
5. Tiga Tingkat Program memory lock
6. 128 x 8 bit RAM internal
7. 32 Programmable Jalur I/O
8. Dua 16 bit Timer/ Counter
9. Enam Sumber Interupsi
10. Full Duplex Serial Channel
11. Low Power Idle dan Mode Power Down
12. Watcht Dog Timer
13. Dula Data Pointer
14. Power Off Flag
15. Fast Programming Time
16. Fleksibel ISP programming
DISKRIPSI:
AT89S51 mempunyai konsumsi daya rendah, mikrokontroller 8-bit CMOS dengan 4K byte momori Flash ISP ( in system programmable/ dapat diprogram didalam sistem).Divais ini dibuat dengan teknologi memori nonvolatile kerapatan tinggi dan kompatibel dengan standart industri 8051, set instruksi dan pin keluaran. Flash yang berada didalam chip memungkinkan memori program untuk diprogram ulang pada saat chip didalam sistem atau dengan menggunakan
Programmer memori nonvolatile konvensional. Dengan mengkombinasikan CPU 8 bit yang serbaguna dengan flash ISP pada chip, ATMEL 89S51 merupakan mikrokontroller yang luarbiasa yang memberikan fleksibelitas yang tinggi dan penyelesaian biaya yang efektif untuk beberapa aplikasi kontrol.
AT89S51 memberikan fitur-fitur standar sebagai berikut: 4K byte Flash, 128 byte RAM, 32 jalur I/O, Timer Wachtdog, dua data pointer, dua 16 bit timer/ counter, lima vektor interupsi dua level, sebuah port serial full dupleks, oscilator internal, dan rangkaian clock. Selain itu AT89S51 didisain dengan logika statis untuk operasi dengan frekuensi sampai 0 Hz dan didukung dengan mode penghematan daya. Pada mode idle akan menghentikan CPU sementara RAM, timer/ counter, serial port dan sistem interupsi tetap berfungsi. Mode Power Down akan tetap menyimpan isi dari RAM tetapi akan membekukan osilator, menggagalkan semua fungsi chip sampai interupsi eksternal atau reset hardware ditemui.
DISKRIPSI PIN
VCC = Tegangan Supply
GND = Ground
Port 0
Port 0, merupakan port I/O 8 bit open drain dua arah. Sebagai sebuah port, setiap pin dapat mengendalikan 8 input TTL. Ketika logika “1” dituliskan ke port 0, maka port dapat digunakan sebagai input dengan high impedansi.
Port 0 dapat juga dikonfigurasikan untuk multipleksing dengan address/ data bus selama mengakses memori program atau data eksternal. Pada mode ini P0 harus mempunyai pull up
Port 1
Port 1 merupakan port I/0 8 bit dua arah dengan internal pull up. Buffer output port 1 dapat mengendalikan empat TTL input. Ketika logika “1” dituliskan ke port 1, maka port ini akan mendapatkan internal pull up dan dapat digunakan sebagai input.
Port 1 juga menerima alamat byte rendah selama pemrograman dan verifikasi Flash
Port Pin Fungsi Alternatif
P1.5 MOSI ( digunakan untuk In System Programming )
P1.6 MISO ( digunakan untuk In System Programming )
P1.7 SCK ( digunakan untuk In System Programming )
Port 2
Port 2 merupakan port I/O 8 bit dua arah dengan internal pull up. Buffer output port 2 dapat mengendalikan empat TTL input. Ketika logika “1” dituliskan ke port 2, maka port ini akan mendapatkan internal pull up dan dapat digunakan sebagai input.
Port 3
Port 3 merupakan port I/O 8 bit dua arah dengan internal pull up. Buffer output port 3 dapat mengendalikan empat TTL input. Ketika logika “1” dituliskan ke port 3, maka port ini akan mendapatkan internal pull up dan dapat digunakan sebagai input.
Port 3 juga melayani berbagai macam fitur khusus, sebagaimana yang ditunjukkan pada tabel berikut:
RST
Input Reset. Logika high “1” pada pin ini untuk dua siklus mesin sementara oscilator bekerja maka akan mereset devais.
ALE/ PROG
Address Latch Enale ( ALE ) merupakan suatu pulsa output untuk mengunci byte low dari alamat selama mengakses memori eksternal. Pin ini juga merupakan input pulsa pemrograman selama pemrograman flash ( paralel )
Pada operasi normal, ALE mengeluarkan suatu laju konstan 1/6 dari frekuensi oscilator dan dapat digunakan untuk pewaktu eksternal.
PSEN
Program Store Enable merupakan strobe read untu memori program eksternal.
EA/ VPP
Eksternal Access Enable. EA harus di hubungkan ke GND untuk enable devais, untuk memasuki memori program eksternal mulai alamat 0000H s/d FFFFH.
EA harus dihubungkan ke VCC untuk akses memori program internal
Pin ini juga menerima tegangan pemrogramman ( VPP) selama pemrograman Flash
XTAL1
Input untuk penguat oscilator inverting dan input untuk rangkaian internal clock
XTAL2
Output dari penguat oscilator inverting.
Robot Avoider dengan 89S51 serta ADC 8 Channel
Kit aplikasi ini ialah penerapan mikrokontroler 89S51, sensor jarak sharp GP2D12 dan kit ADC 0809 8 ch sebagai robot avoider menggunakan bahasa assembly. Kit yang dibutuhkan ialah :
1. Sistem Minimum 89s51/52/8252 atau DT 51 Low Cost Micr System Starter Pack (Sudah sama kabel ISP)
2. Kit ADC 0809 Delta
3. Sensor Sharp GP2D12
4. IC L293d
5. Roda serbaguna dengan motor dc.
6. Tempat baterai
ADC 0808/0809
Adapun spesifikasi yang dimiliki ADC0809 yaitu total unadjusted Error ±1.2 LSB and ±1 LSB dengan resolusi 8 bit, dan memiliki waktu konversi 100ms dan catu daya yang digunakan +5volt DC dengan daya 15mW, dengan spesifikasi yang dimiliki oleh A/D inilah yang menyebabkan A/D ini mudah untuk digunakan diberbagai rangkaian interface, hanya pada rangakaian A/D ini perlu adanya penambahan rangkaian clock
Dari Konfigurasi pin ADC0809 yang ditunjukan pada gambar terdapat 28 buah pin dimana masing-masing pin pada A/D berfungsi antara lain Pin 8,14,15,17,18,19,20,21 merupakan keluaran data digital hasil konversi dari A/D dimana kedelapan keluaran ini dapat langsung dihubungkan ke data bus. Dan Pin 1,2,3,4,5,26,27,28 merupakan pin masukan yang terdapat 8 pin atau 8 jalur input, pada pin inilah sinyal analog yang akan dikonversikan dihubungkan, sedangkan pin 23,24,25 merupakan pin A,B,C yang berfungsi sebagai pemilih jalur input mana yang akan dikonversikan, dan pin-pin yang lainnya sama halnya dengan ADC0804, agar delapan input dapat dikonversikan berikut ini tabel kebenarannya :
Input ke ADC 0809 haruslah berupa tegangan analog dari keluaran sensor yang biasanya besarannya berkisar dari 0-5V.
Gambar Kit ADC 0809 Delta :
Sebagai sensor jarak digunakan sensor jarak infrared Sharp GP2D12 dengan output analog yang terhubung di ch 0 kit ADC. Sebagai driver Motor DC, menggunakan IC L293D sebagai driver motor DC. Untuk menggerakkan driver motor DC, digunakan port 2.
Berikut ini contoh rangkaian L293d yang dapat mengemudikan 2 buah motor DC GT1/GT5 atau lainnya atau 1 buah stepper motor.
Algoritma
Konfigurasi ADC
Begin
Baca sensor 1
If jarak luas
Gerak maju
End if
If jarak pendek
Mundur
End if
end
Berikut cuplikan kode assembly menggunakan ASM51
mov p3,#00000000b ; set sensor depan (ch0)
; mov p3,#00000001 : set sensor samping (ch1) dan seterusnya
; jika ingin pasang sensor tambahan sebanyak 8 bh
LOOP:
mov a,p0 ; baca sensor, keluaran 8 bit dari ADC 0809
mov p1,p0 ; tampilkan juga di port 1
cjne a, #0ffh, maju1 ; jika tidak sama dengan 0ffH, lompat ke lable maju1
MOV P2,#00001010b ; gerakkan robot maju
acall L_TUNDA ; panggil prosedur tunda
jmp LOOP
…
MOV P2, #00000001b ; belok
Acall L_TUNDA ; Panggil Procedure penundaan waktu
Acall L_TUNDA ; Panggil Procedure penundaan waktu
Acall L_TUNDA ; Panggil Procedure penundaan waktu
Acall L_TUNDA ; Panggil Procedure penundaan waktu
JMP LOOP ; Loncat Ke Procedure Loop
;Prosedur penundaan waktu selama 050Hx075H (konversi dalam us)
L_TUNDA: ; Label L_TUNDA
MOV R7,#050h ; Isikan Register 7 dengan data 050H
L_TUNDA_1: ; Label L_TUNDA
ACALL TUNDA ; Panggil Prosedure Tunda
Djnz R7,L_TUNDA_1 ; Kurangi Nilai Register7 (R7)
; dengan 1 jika belum sama dengan 0 loncat ke prosedure L_TUNDA_1
RET ;Kembali
TUNDA: ; label TUNDA
MOV R6,#075H ; Isikan Register 6 (R6) dengan data 075H
DJNZ R6,$ ; Kurangi Nilai Register6 (R6)
; dengan 1 jika belum sama dengan 0
; Terus kurangi. (waktu akan tertunda selama beberapa uS pada kristal 11.0592 ;MHz)
RET ; Kembali
END
genap
1. Buatlah tabel ascii secara lengkap
2. Buatlah konfigurasi pin beserta keterangannya ATMEGA 8535
3. Buatlah aplikasi wiring diagram dari ATMEGA 8535
ganjil
1. Buatlah deskripsi MCU, eduboard, 1.02.1109
2. Buatlah konfigurasi beserta keterangannya mikrokontroler AT89S51
3. Buatlah aplikasi AT89S51 beserta wiring diagramnya
nb :
- tugas per kelompok, satu kelompok satu
- format seperti laporan biasanya
- tulis tangan, tinta biru
Tugas Interface dan Peripheral
Posted in
tip
1. Representasi Bilangan * hex<->Bin<->dec
2. Dasar uP -> * read/write , addressing
3. Konversi Physical Address <-> Logical Address *segment:offset
4. Interupsi DOS, BIOS (int BIOS 00 - 1F) int DOS 20 - FF H
*interupsi 21 no 2/no 9 no 1, REGISTER2
5. Program sederhana dlm assembler *(membuat program, membaca prog)
6. Operasi Aritmetika
7. loop
8. Stack Pointer
close book
Arsiskom
1. Blok Diagram uP -> CPU, Memory dan I/O
2. Register
3. Multiplexer/ Demux
4. Address Decoder
5. Mikroprogram
6. State diagram
close book
PR Audio
1. Sample Voice
ambil suara anda dengan t=1-2 second
check f=...?
A=...?
dB=...?
2. Handphone
tentukan jenis tipe HP anda
check apakah ada ADC/DAC-nya = PCM (Pulse Code Modulation) x bit ?
berapa sample rate? berapa sample size?
berapa channel?
3. mp3 bagaimana diagram blok pemrosesannya?
PR Video
1. Video quality
up to date
HD TV, full HD, Digital Cinema (4K)
2. USB & firewire
teknologi, spesifikasi, kelebihan & kekurangan
3. Monitor / LCD jenis interlace atau progressive
PR Animasi (Softcopy)
Buatlah animasi mata melirik, bola, jari, roda, berlari
PR Platform dan Peripheral
Carilah arti dari digital zoom
Pilihlah salah satu jenis dari platform software dan hardware dan spesifikasinya
Pilihlah salah satu jenis dari peripheral jelaskan spesifikasinya
PR Kompresi
study is my hobby. my future is on my hand.
buatlah kompresi rle, huffman, dan lzw
PR Kompresi Audio
Jelaskan apa yang dimaksud dengan FLAC
Jelaskan apa yang dimaksud dengan Vorbis
PR Virtual Reality (Softcopy)
Jelaskan aplikasi VR pada
Arsitektur
Engineering
Entertainment
Medical
Training
Militer
E-commerce
Manufacturing
Posted in
multimedia
Tugas PBR Membuat Pertanyaan
DOSSEG
.MODEL SMALL
.STACK 100h
.DATA
HelloMessage DB 'Selamat datang di kuis Ya atau Tidak',13,10,'$'
Satu DB 'Pertanyaan pertama, apakah benar assembly adalah bahasa mesin (y/t)',13,10,'$'
Dua DB 'Pertanyaan kedua, apakah benar assembly setelah dicompile berformat .asm (y/t)',13,10,'$'
Tiga DB 'Pertanyaan ketiga, apakah interupt layanan 01 terdapat echo (y/t)',13,10,'$'
Empat DB 'Pertanyaan keempat, apakah benar mov berfungsi untuk memindah data (y/t)',13,10,'$'
Lima DB 'Pertanyaan lima, apakah benar anda anak infokom (y/t)',13,10,'$'
Hore DB 'Selamat kamu dapat uang 1juta, dibayar dalam mimpi',13,10,'$'
Gagal DB 'Kamu salah, Sayang sekali kamu pulang dengan tangan kosong',13,10,'$'
Ulang DB 'Ingin mengulang kembali (y/t)',13,10,'$'
.CODE
mov ax,@data
mov ds,ax ;set DS to point to the data segment
mov ah,9 ;DOS print string function
mov dx,OFFSET HelloMessage ;point to
int 21h ;display
jmp aa
aa: mov ax,@data
mov ds,ax ;set DS to point to the data segment
mov ah,9 ;DOS print string function
mov dx,OFFSET Satu ;point to
int 21h ;display
mov ah,07
int 21h
mov bl,al
cmp al,'t'
je a
jmp e
a: mov ax,@data
mov ds,ax
mov ah,9
mov dx,OFFSET Dua
int 21h
mov ah,07
int 21h
mov bl,al
cmp al,'t'
je b
jmp e
b: mov ax,@data
mov ds,ax
mov ah,9
mov dx,OFFSET Tiga
int 21h
mov ah,07
int 21h
mov bl,al
cmp al,'y'
je c
jmp e
c : mov ax,@data
mov ds,ax
mov ah,9
mov dx,OFFSET Empat
int 21h
mov ah,07
int 21h
mov bl,al
cmp al,'t'
je d
jmp e
d : mov ax,@data
mov ds,ax
mov ah,9
mov dx,OFFSET Lima
int 21h
mov ah,07
int 21h
mov bl,al
cmp al,'y'
je he
jmp e
he : mov ax,@data
mov ds,ax
mov ah,9
mov dx,OFFSET Hore
int 21h
mov ax,@data
mov ds,ax
mov ah,9
mov dx,OFFSET Ulang
int 21h
mov ah,07
int 21h
mov bl,al
cmp al,'t'
je dada
jmp aa
e : mov ax,@data
mov ds,ax
mov ah,9
mov dx,OFFSET Gagal
int 21h
mov ax,@data
mov ds,ax
mov ah,9
mov dx,OFFSET Ulang
int 21h
mov ah,07
int 21h
mov bl,al
cmp al,'t'
je dada
jmp aa
dada : mov ah,4ch ;DOS terminate program function
int 21h ;terminate the program
END
Posted in
pbr
Different limits for Local/Overseas traffic for 3 bandwitch rates using pcq and queue tree
From MikroTik Wiki
1. Introduction
Let's consider the scenario where you want to apply different limits for many users to Local and Overseas traffic and don`t want to load cpu with a lot of simple queues and want sell 3 different bandwidth rates.12/6 Mbps Latvian Traffic 1Mbps/512Kbps Overseas traffic 6/3 Mbps Latvian Traffic 512kbps/256Kbps Overseas traffic 4/2 Mbps Latvian Traffic 256Kbps/128Kbps Overseas trafficWe will limit the data rate for the Local country traffic and Overseas traffic using Queue Trees. In this scenario, the local country is Latvia. A list of all Latvian subnets is located at http://www.nic.lv/local.net.
2. Configuration
/ ip firewall address-list add list=12/6 address=192.168.0.2 comment="12/6mbps Local traffic 1mbps/512kbps overseas" add list=6/3 address=192.168.0.3 comment="6/3mbps Local traffic 512kbps/256kbps overseas" add list=4/2 address=192.168.0.4 comment="4/2mbps Local traffic 256kbps/128kbps overseas" add list=Latvia address=159.148.0.0/16 add list=Latvia address=193.41.195.0/24 add list=Latvia address=193.41.33.0/24 add list=Latvia address=193.41.45.0/24 add list=Latvia address=193.68.64.0/19 add list=Latvia address=193.108.29.0/24 add list=Latvia address=193.108.144.0/22 add list=Latvia address=193.108.185.0/24
/ ip firewall mangle
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=LV_DL_6M passthrough=yes \
in-interface=public src-address-list=latvia comment="Default mangle for \
Latvia Download"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=LV_UL_3M passthrough=yes \
in-interface=local dst-address-list=latvia comment="Default mangle for \
Latvia Upload"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=OS_DL_512k \
passthrough=yes in-interface=public src-address-list=!latvia \
comment="Default mangle for Oversea Download"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=OS_UL_256k \
passthrough=yes in-interface=local dst-address-list=!latvia \
comment="Default mangle for Oversea Upload"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=LV_DL_12M passthrough=no \
in-interface=public src-address-list=latvia dst-address-list=12/6 \
comment="Tarif 12/6 Latvia Download"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=LV_UL_6M passthrough=no \
in-interface=local src-address-list=12/6 dst-address-list=latvia \
comment="Tarif 12/6 Latvia Upload"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=OS_DL_1M passthrough=no \
in-interface=public src-address-list=!latvia dst-address-list=12/6 \
comment="Tarif 12/6 Oversea Download"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=OS_UL_512k passthrough=no \
in-interface=local src-address-list=12/6 dst-address-list=!latvia \
comment="Tarif 12/6 Oversea Upload"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=LV_DL_4M passthrough=no \
in-interface=public src-address-list=latvia dst-address-list=4/2 \
comment="Tarif 4/2 Latvia Download"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=LV_UL_2M passthrough=no \
in-interface=local src-address-list=4/2 dst-address-list=latvia \
comment="Tarif 4/2 Latvia Upload"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=OS_DL_256k passthrough=no \
in-interface=public src-address-list=!latvia dst-address-list=4/2 \
comment="Tarif 4/2 Oversea Download"
add chain=forward action=mark-packet new-packet-mark=OS_UL_128k passthrough=no \
in-interface=local src-address-list=4/2 dst-address-list=!latvia \
comment="Tarif 4/2 Oversea Upload"/ queue type add name="LV_DL_12M" kind=pcq pcq-rate=12000000 pcq-classifier=dst-address add name="LV_DL_6M" kind=pcq pcq-rate=6000000 pcq-classifier=dst-address add name="LV_DL_4M" kind=pcq pcq-rate=4000000 pcq-classifier=dst-address add name="LV_UL_6M" kind=pcq pcq-rate=6000000 pcq-classifier=src-address add name="LV_UL_3M" kind=pcq pcq-rate=3000000 pcq-classifier=src-address add name="LV_UL_2M" kind=pcq pcq-rate=2000000 pcq-classifier=src-address add name="OS_DL_1M" kind=pcq pcq-rate=1000000 pcq-classifier=dst-address add name="OS_DL_512k" kind=pcq pcq-rate=512000 pcq-classifier=dst-address add name="OS_DL_256k" kind=pcq pcq-rate=256000 pcq-classifier=dst-address add name="OS_UL_512k" kind=pcq pcq-rate=512000 pcq-classifier=src-address add name="OS_UL_256k" kind=pcq pcq-rate=256000 pcq-classifier=src-address add name="OS_UL_128k" kind=pcq pcq-rate=128000 pcq-classifier=src-address
/ queue tree add name="LV_DL_12M" parent=local packet-mark=LV_DL_12M queue=LV_DL_12M add name="LV_DL_6M" parent=local packet-mark=LV_DL_6M queue=LV_DL_6M add name="LV_UL_2M" parent=public packet-mark=LV_UL_2M queue=LV_UL_2M add name="LV_DL_4M" parent=local packet-mark=LV_DL_4M queue=LV_DL_4M add name="LV_UL_3M" parent=public packet-mark=LV_UL_3M queue=LV_UL_3M add name="LV_UL_6M" parent=public packet-mark=LV_UL_6M queue=LV_UL_6M add name="OS_DL_1M" parent=local packet-mark=OS_DL_1M queue=OS_DL_1M add name="OS_DL_256k" parent=local packet-mark=OS_DL_256k queue=OS_DL_256k add name="OS_DL_512k" parent=local packet-mark=OS_DL_512k queue=OS_DL_512k add name="OS_UL_128k" parent=public packet-mark=OS_UL_128k queue=OS_UL_128k add name="OS_UL_256k" parent=public packet-mark=OS_UL_256k queue=OS_UL_256k add name="OS_UL_512k" parent=public packet-mark=OS_UL_512k queue=OS_UL_512k
3. Explanation
In /ip firewall address-list we created 3 lists for bandwidth profiles and a list named Latvia for Latvian subnets. In /ip firewall mangle we created address-list-based packet marks for use with bandwidth profiles. All IPs which are not included in any address list will fall through to secondary bandwidth profile rates. In /queue types we created pcq types for bandwidth profiles. In /queue tree we created rules with Local/Overseas packet marks and queue types for bandwidth profiles.Now, a customer with an IP of 192.168.0.2 will have 1 profile rate, a customer with an IP 192.168.0.3 will have 2 profile rates, a client with IP 192.168.0.4 have 3 profile rates, and all others will have 2 bandwidth rates; so all traffic will be limited and your cpu power will be free for other tasks.
Important note
This setup will work correctly if local network is not masqueraded. If masquerade is used then the parent for all upload queues must be 'global-out' instead of 'public'. The reason for this is that the pcq_upload classifier is source address. In case of masquerading, the source address is changed to public IP address. If a queue is set to 'public', interface pcq will think that all packets are coming from one source ( public IP ). PCQ must see the source address before masquerading occurs; according to the packet flow diagram from the manual, 'global-out' is before 'src-nat'.
Posted in
mikrotik
Manual:Queues - PCQ Examples
From MikroTik Wiki
Per Connection Queue (PCQ) is a queuing discipline that can be used to dynamically equalize or shape traffic for multiple users, using little administration. It is possible to divide PCQ scenarios into three major groups: equal bandwidth for a number of users, certain bandwidth equal distribution between users, unknown bandwidth equal distribution between users.Contents[hide] |
Equal Bandwidth for a Number of Users
Use PCQ type queue when you need to equalize the bandwidth [and set max limit] for a number of users. We will set the 64kbps download and 32kbps upload limits.There are two ways how to make this: using mangle and queue trees, or, using simple queues.
1. Mark all packets with packet-mark all:
/ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=all passthrough=no
2. Setup two PCQ queue types - one for download and one for upload. dst-address is classifier for user's download traffic, src-address for upload traffic:
/queue type add name="PCQ_download" kind=pcq pcq-rate=64000 pcq-classifier=dst-address /queue type add name="PCQ_upload" kind=pcq pcq-rate=32000 pcq-classifier=src-address
3. Finally, two queue rules are required, one for download and one for upload:
/queue tree add parent=global-in queue=PCQ_download packet-mark=all /queue tree add parent=global-out queue=PCQ_upload packet-mark=allIf you don't like using mangle and queue trees, you can skip step 1, do step 2, and step 3 would be to create one simple queue as shown here:
/queue simple add queue=PCQ_upload/PCQ_download target-addresses=192.168.0.0/24
Posted in
mikrotik
Karena dirasa perlu untuk mencoba hosting di domain sendiri maka blog info akan diimport ke xampp server di ip public 182.255.0.133 atau di labkom.dyndns.org
Using the username and passwords provided, log in to your blog admin panel. In my case it will be: http://localhost/webdevelopmentexperts/wp-admin
Log in to your Google Blogger Account
You need to log in also to Google Blogger: http://www.blogger.com
In the Dashboard, go to Tools -> Import
WordPress currently supports a lot of blog publishing software, as you will see from the list. On the list, just click "Blogger." WordPress will then take you to a page; once there, click "Authorize."
After clicking "authorize." you will be transferred to a Google page. Once there, click "Grant Access." The WordPress Importing Magic Button will then be displayed
Sometimes, in rare situations, you may encounter errors during the importing process, such as: "Unable to find the socket transport 'ssl' - did you forget to enable it when you configured PHP? (429496729)"
This means there is a problem with the SSL installation of XAMPP that needs to be fixed before those Blogger posts can be imported. To fix this problem, read this tutorial.
Basically, you will need to complete the following four steps:
1. Stop the Apache service. You can stop the Apache service by going into Control Panel -> Administrative Tools -> Services, finding Apache in that list -- for example, "Apache 2.2" -- double clicking on it and then clicking stop.
2. Copy libeay32.dll and ssleay32.dll from the XAMPP PHP folder (which is located in: C:xamppphp if you install XAMPP in drive C) to the XAMPP Apache Bin folder located in: C:xamppapachebin
Overwrite the files in the bin folder with the file from the PHP folder.
Note: Do not forget to back up files first.
3. Find php.ini file under C:xamppapachebin and open it with your favorite PHP editor. Remove the semicolon (comment) at the start of this line: extension=php_openssl.dll
This will uncomment that option. See the screen shot below for the correct removal of semicolon:
To confirm whether SSL transport has been activated correctly, go to:
http://localhost/xampp
Then you should see Registered Stream Socket Transports: tcp, udp, ssl, sslv3, sslv2, tls.
Posted in
pengumuman
Richard G Baldwin Programming Tutorials
The New Face of Computer Science Education - The Scratch Generation
Introductory Java Tutorial
Intermediate Java Tutorial
Advanced Java Tutorial
Test Your Java Knowledge
JavaScript Tutorial
XML -- eXtensible Markup Language
Python Programming Tutorial
C# Programming Tutorial
Digital Signal Processing
Object-Oriented Programming Fundamentals using C++
Object-Oriented Programming Fundamentals using C++ (Practice Tests)
Object-Oriented Programming Fundamentals using C++ (Slides)
Advanced Object-Oriented Programming using C++
Advanced Object-Oriented Programming using C++ (Practice Tests)
Advanced Object-Oriented Programming using C++ (Slides)
Graphics Programming with Allegro and C++
Graphics Programming with Allegro and C++ (Practice Tests)
Graphics Programming with Allegro and C++ (Slides)
Wireless Networking Lab Projects
Learn to Program using Alice
Computer Programming for Homeschool Students and Other Beginners
Programming with Adobe Flex
Object-Oriented Programming (OOP) with ActionScript
Programming with XNA Game Studio
Posted in
programming
Kuliah PBR 3 Oktober 1990
perintah mov ah,02 adalah fungsi untuk menampilkan karakter
perintah mov cx,1a adalah bila ada program looping maka akan mengulang sebanyak 1a 0001 1010
perintah mov dl,41 adalah untuk mengisi karakter "A" ke dl
perintah int 21 adalah untuk menampilkan
perintah mov bl,dl adalah untuk memindah nilai dl ke bl
perintah mov dl,40 adalah untuk mengisi karakter " " ke dl
perintah int 21 adalah untuk menampilkan
perintah mov dl,bl adalah untuk memindah nilai bl ke dl
karena nilai dl yang pertama adalah 41 maka setelah ada perintah inc dl maka nilai dl menjadi 42
perintah loop 107 adalah untuk mengulang perintah baris ke 107 yaitu ke int 21
setelah itu disimpan dengan int 20
Perintah debug dengan stack untuk menampilkan karakter A-Z
perintah mov ah,02 adalah fungsi untuk menampilkan karakter
perintah mov cx,1a adalah bila ada program looping maka akan mengulang sebanyak 1a 0001 1010
perintah mov dl,41 adalah untuk mengisi karakter "A" ke dl
perintah int 21 adalah untuk menampilkan
perintah push dx adalah untuk menggeser register dx sehingga nilai register dl juga bergeser
perintah mov dl,40 adalah untuk mengisi karakter " " ke dl
perintah int 21 adalah untuk menampilkan
perintah pop dx adalah untuk mengembalikan register dx sehingga nilai register dl tertambah
karena nilai dl yang pertama adalah 41 maka setelah ada perintah inc dl maka nilai dl menjadi 42
perintah loop 107 adalah untuk mengulang perintah baris ke 107 yaitu ke int 21
setelah itu disimpan dengan int 20
Posted in
assembler
All About AIX
Open Source Packages for AIX 
This site contains a collection of open source and GNU (R) softwares built for AIX 5L and 6.
They run on any platform supporting either one AIX version or both.
Some tools have one package per AIX version but in most cases, a package built for an AIX 5 release (5.2 or 5.3) will also run on upper releases thanks to upward binary compatibility. Packages for AIX 6 are specific.
These softwares provide a set of tools both for Linux appplication developers and Linux system administrators. All packages are built using the RPM format.
Thanks to the strong affinity between Linux and AIX for applications and to AIX long history of standards compliance, it is usually easy to rebuild Linux applications for AIX.
The Open Source Packages for AIX will help for compiling and packaging Linux applications on AIX systems, developing new applications for AIX using the GNU environment, and running popular software provided in Linux distributions.
These packages can be organized in three main software areas (not all are listed here) :
- Web 2.0 : Apache, MySQL, PHP, Python, Ruby, Memcached, Squid,...
- Development : gcc, gdb, Tcl/Tk, autoconf, automake, libtool and some utilities : bash2, coreutils, binutils, tar, cpio, patch,...
- Strategic applications : rpm, db, window managers, libraries, graphic applications...
Some open source licenses (such as the GPL) require that we also make the source available.
Only those sources with licenses requiring source redistribution are found at this site.
Developers building their own rpm images may also be interested in the spec files and patches.
Libraries
- AfterStep : An X window manager which emulates the look and feel of NEXTSTEP(R)
- apache : The most widely used Web server on the Internet / http / tomcat
Network Servers and Clients
- autoconf213 : A GNU tool for automatically configuring source
- cdrecord - cdda2wav - mkisofs : A utility for sampling/copying .wav files from digital audio CDs
- db : The Berkeley Database, the Open Source embedded database system
Last version 4.4.20 updated
- ElectricFence : A debugger which detects memory allocation violations
- enlightenment : The Enlightenment window manager
- Eterm - Eterm-backgrounds : An xterm replacement for Enlightenment users
- expect : A tcl extension for simplifying program-script interaction
Last version avaible 8.4.19
tcl : An embeddable scripting language
tk : The Tk GUI toolkit for Tcl, with shared libraries
- fetchmail - fetchmailconf : Full-featured POP/IMAP mail retrieval daemon
- fontconfig : Font configuration and customization library
- openldap open source suite of LDAP (Lightweight Directory Access Protocol)
Last version OpenLDAP-2.4.8 requires: db-4.4.20 and OpenSSL-0.9.71-devel
Compiler and Tools
- gcc : GNU Compiler Collection
gcc-c++ : C++ support for GCC
libgcc : GCC compiler dynamic runtime library
libstdc++ : G++ compiler dynamic runtime library
- gd : A graphics library for drawing image files in various formats
- gettext : GNU libraries and utilities for producing multi-lingual messages
- ghostscript-fonts : Fonts for the Ghostscript PostScript(TM) interpreter
- ghostscript : A PostScript(TM) interpreter and renderer
- groff - groff-gxditview : A document formatting system - An X previewer for groff text processor output
- ImageMagick : An X application for displaying and manipulating images
- info - texinfo : A stand-alone TTY-based reader for GNU texinfo documentation - Tools needed to create Texinfo format documentation files
- less : A text file browser similar to more, but better
- libpng : A library of functions for manipulating PNG image format files
- libPropList : library for reading/writing GNUstep-style defaults databases
- libtiff : A library of functions for manipulating TIFF format image files
- libtool : The GNU libtool, which simplifies the use of shared libraries
- libungif-progs : Programs for manipulating GIF format image files
- lrzsz : The lrz and lsz modem communications programs
- metamail : A program for handling multimedia mail using the mailcap file
- mpage : A tool for printing multiple pages of text on each printed page
Database
- MySQL : A very fast and reliable SQL database engine MySQL
MySQL-client : Client
- OpenSSL : An open Source toolkit for Secure Sockets Layer (SSL v2/v3) and Transport Layer Security (TLS v1) protocols
- php : The PHP scripting language
php-manual : The PHP manual, in HTML format
- python : An interpreted, interactive, object-oriented programming language
Last version avaible: Python-2.5.2
python-docs : Documentation for the Python programming language
python-tools : A collection of development tools included with Python
tkinter : A graphical user interface for the Python scripting language
- qt : The shared library for the Qt GUI toolkit
qt-designer : Interface designer (IDE) for the Qt toolkit
qt-Xt : An Xt (X Toolkit) compatibility add-on for the Qt GUI toolkit
- rpm : The RPM package management system
rpm-build : Scripts and executable programs used to build packages
popt : A C library for parsing command line parameters
- rsync : A program for synchronizing files over a network
- samba : Samba SMB server
samba-client : Samba (SMB) client programs
samba-common : Files used by both Samba servers and clients
- sharutils : The GNU shar utilities for packaging and unpackaging shell archives
- traceroute : Traces the route taken by packets over a TCP/IP network
- transfig : A utility for converting FIG files (made by xfig) to other formats
- vim-common : The common files needed by any version of the VIM editor
vim-enhanced : A version of the VIM editor which includes recent enhancements
vim-minimal : A minimal version of the VIM editor
vim-X11 The VIM version of the vi editor for the X Window System
- WindowMaker : A window manager for the X Window System
- xemacs: An X Window System based version of GNU Emacs
xemacs-info : Information files for XEmacs
xemacs-el : The .el source files for XEmacs
- xfce : A Powerful X Environment, with Toolbar and Window Manager
- xscreensaver : A set of X Window System screensavers
Shells
Commands and Tools
Other
Posted in
aix





